Sabtu, 23 April 2022

The President of Indonesia Prohibits The Ekspor of Raw Material for Palm Oil and Palm Oil ------ Presiden Jokowi Melarang Ekspor Bahan Baku Minyak Goren dan Minyak Goreng

 Polemik terkait kenaikan minyak goreng yang semakin tinggi akhirnya mencapai titik klimaksnya tepat pada hari Jum'at tanggal 22 April 2022.

Masyarakat mungkin saja akan dapat menarik nafas lega setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan hasil Rapat Kabinet beberapa jam yang lalu. 

Pengumuman tersebut terkait dengan kebijakan pemerintah terkait minyak goreng. 

Dalam pengumuman singkat tersebut Presiden menjelaskan bahwa Pemerintah telah memutuskan untuk melarang ekspor terhadap bahan baku minyak goreng dan minyak goreng. Hal itu dijelaskan oleh Presiden pada Akun Instagram resminya @jokowi. 

Berikut kita simak pengumuman resmi beliau pada link dibawah ini :

 https://www.instagram.com/p/Ccp_LwNvaCS/

Presiden menyakatan pelarangan tersebut akan mulai berlaku pada tanggal 28 April 2022. Keputusan tersebut diambil tentunya dalam rangka menjamin terjangkaunya harga minyak goreng didalam negeri.

Menarik kita tunggu, apa dampak yang akan terjadi ketika kebijakan ini mulai berlaku pada tanggal tersebut.

Kamis, 14 April 2022

Link Wagrup ujian PPG invalid - ini alternatif Bergabung di grup whatsapp ujian PPG Tahap I 2022 : Bagi yang invalid

 Program Profesi Guru dalam jabatan Tahap I 2022 telah memasuki masa ujian berdasarkan domisili. Ujian berdasarkan domisili ini menuntut para peserta ujian untuk mempersiapkan segala sesuat kebutuhan ujian secara mandiri. Hal ini dikarenakan pelaksanaan ujian akan berlangsung di lokasi peserta masing-masing atau peserta diberi keleluasaan dalam menentukan tempat dia akan mengikuti ujian tentunya dengan beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Adapun syarat minimal pelaksanaan tersebut tidak saya bahas secara detil di pokok bahasan ini. salah satu yang harus dilakukan oleh peserta sebelum mengikuti ujian adalah mengunduh kartu ujian yang didalamnya tertera biodatan peserta dan juga link grup whatsapp. peserta diwajibkan untuk bergabung kedalamgrup tersebut, karena semua informasi terkait proses pelaksanaan ujian akan dibagi melalui grup tersebut.

Yang namanya teknologi bukan berarti tanpa kendala, banyak yang dengan mudah dapat bergabung kedalam grup whastapp PPG itu namun tidak sedikit pula yang terkendala dalam bergabung kedalam grup tersebut. 

pada pembahasan kali ini saya hanya ingin berbagi informasi mengenai cara atau solusi yang dapat dilakukan jika teman-teman para peserta mendapatkan kendala dalam bergabung ke grup whatsapp peserta ujian PPG Tahap tahun 2022.

1. Buka link ppg.simpkb.id dan masuk ke akun simpkb dengan menggunakan alamat surel masing-masing


2. Unduh kembali kartu ujian


3. Sebelum anda bergabung kedalam grup whastapp, pastikan anda sudah mendownload whatsapp dekstop



4. Buka whatsapp dekstop yang telah diunduh, lalu tautkan whatsapp di hp anda ke whastapp dekstop sama seperti proses pada waweb.

5. Buka kartu ujian dan klik link grup whatsapp yang berwaran biru



6. link yang anda klik akan mengarahkan anda kepada proses bergabung dengan grup whatsapp pada whatsapp dekstop yang telah anda tautkan sebelumnya. 

Semoga cara ini bisa berhasil. selamat mencoba


salam hangat

TF. Razie

Senin, 11 Februari 2019

Manfaat Getah Batang Pisang


Sahabat sekalian, saya ingin berbagi pengalaman tentang pemanfaatan getah batang pisang dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pohon pisang, di wilayah perdesaan biasanya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak kerbau atau sapi. sedangkan untuk pemanfaatan lainnya sangat jarang ditemukan. Saya punya pengalaman dengan penggunaan getah pohon pisang untuk mengobati luka pada tubuh kita, khususnya pada bagian tubuh yang baru saja terkena luka akibat kecelakaan atau karena sebab lainnya.

Getah pohon pisang dapat digunakan dengan cara yang sangat sederhana. Cukup dengan memotong satu bagian dari pohon pisang, misalnya bagian pelepah atau anakan yang baru tumbuh. Kemudian bagian pohon pisang tersebut diperas dengan tangan dan diarahkan langsung kepada bagian tubuh yang luka sehingga cairan hasil perasaannya langsung mengenai bagian tubuh yang luka.

Berdasarkan pengalaman saya, cara seperti ini cukup efektif menyembuhkan luka seketika setelah terjadi goresan, sobekan atau lainnya.

Pernah suatu hari, seorang anak sedang bermain-main bersama teman-temannya dipekarangan rumah yang banyak batuan bekas tembok yang dihancurkan. Lalu anak tersebut terjatuh dan kepalanya terbentur dengan bebatuan tersebut sehingga pelipisnya terluka. Dengan sigap seorang bapak memotong anakan pohon pisang dan memerasnya ke arah pelipis sianak, pada saat bersamaan sianak berteriak kesakitan karena terkena cairan dari pohon pisang tersebut. Namun hal itu tidak berlangsung lama, beberapa menit kemudian sakitnya mulai menghilang dan lukanya kering. Beberapa hari kemudian luka yang seharusnya mendapat jahitan tersebut berangsur sembuh.

Diwaktu yang berbeda, seorang pemuda terlibat kecelakaan tunggal akibat sepeda motor yang dikendarainya masuk kedalam lubang. Hal itu berakibat pada lutut dan siku tangannya terluka. Sesampai dirumah, dia meminta tolong seorang teman untuk mengambilkan pohon pisang. Tidak berapa lama temannya sampai dan memeraskan pohon pisang tersebut kearah luka pemuda tadi. Keesokan harinya, sang pemuda sudah dapat mandi seperti biasa tanpa menghiraukan luka ditubuhnya.

Demikian informasi yang dapat saya bagikan. Informasi ini berdasarkan pengalaman pribadi, jika saudara sekalian meragukannya sebaiknya konsultasikan kepada petugas medis.

Jumat, 30 November 2018

Hasil tes SKD CPNS Kemenkumham 2018

Bagi teman teman yang membutuhkan informasi tentang hasil tes SKD CPNS KEMENKUMHAM 2018 silahkan Unduh disini

Kamis, 29 November 2018

Lirik Lagu Tanpa Judul


Tulisan tangan : Dedi Fazli

Mata dek sayu

Bibi merah hu indah meucahya

Tetarek hatee loen nyoe

Minat hate jak padu cinta

Keu uloen dara jeulita

sang dinda yang uloen cinta


Hana laen bahagia uloen nyoe

Seulaen cinta lon sayang

Adek yang pinta...

Hana Laen bahgia uloen nyoe

Seulaen cinta dek sayang 

Chit ka uloen nyoe


Bahagia... hate lon nyoe

meunyoe memang adek setia


Pu keuh dek gata pih na

Rasa cinta lagee lon rasa

menyoe memang pih na

bahagia ha... te lon nyoe...

DAFTAR PEMILIH TETAP HASIL PERBAIKAN KEDUA (DPTHP2) ABDYA

Untuk mengunduh/download DPTHP2 Aceh Barat Daya. Silahkan teman-teman klik link dibawah ini :

1. Kecamatan Jeumpa

2. Kecamatan Blangpidie

3. Kecamatan Susoh

4. Kecamatan Kuala Batee

5. Kecamatan Babahrot

6. Kecamatan Setia

7. Tangan-tangan

8. Manggeng

9. Lembah sabil

Semoga bermanfaat

Minggu, 21 Oktober 2018

INFORMASI UTAMA : Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018

Hasil seleksi administrasi CPNS 2018 akan diumumkan paling cepat tgl 21 Oktober 2018 atau sesuai jadwal yang ditetapkan masing-masing instansi.

Untuk melihat hasil seleksi administrsi CPNS 2018 silahkan kunjungi portal SSCN

Sabtu, 20 Oktober 2018

Racangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial

RAK Faktorial

Rancangan Acak Lengkap PPT

Persentasi Power Point Rancangan Acak Lengkap

Tips Sederhana Penggunaan Instrumen Penguji Kadar Gula (Refraktometer)

Teman-teman yang akan melaksanakan penelitian tentang padatan pelarut khususnya kadar gula pada produk tanaman tertentu misalnya jagung. Berikut saya jelaskan tips sederhana penggunaan Refraktometer sebagai alat pengukur kadar gula pada produk hasil pertanian.

Persiapan Bahan dan Alat

Bahan dan alat yang digunakan diantaranya
- Jagung manis yang sudah dipipil


 - Sendok, piring plastik, pisau, refraktometer, talenan


Tata cara analisis kadar gula jagung manis

- Jagung manis dipipil dengan menggunakan pisau dan talenan.
- Jagung manis yang sudah dipipil di giling agar mengeluarkan cairan dengan menggunakan sendok didalam piring plastik





- Cairan jagung manis tersebut kemudian diletakkan kepermukaan refraktometer dengan sebelumnya terlebih dahulu membuka tutup permukaannya


- Berikutnya lakukan pengamatan melalui lensa yang terdapat pada sisi yang berbeda dari refraktometer



- Langkah terakhir, lakukan pencatatan terhadap angka yang ditunjukkan pada pengamatan


Semoga bermanfaat

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Kemenkumham Aceh

Teman-teman yang mau mencari pengumuman hasil seleksi CPNS 2018 Kemenkumham silahkan downloa di link berikut.

Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham 2018 Kanwil Aceh

Senin, 15 Oktober 2018

Penantian Kelahiran Anak Pertama

Januari 2012. Masa-masa penantin itu semestinya tiba diakhir-akhir bulan ini, sedangkan sekarang tahun baru saja berganti. Hati gundah gulana dalam penantian panjang 8 bulan yang telah dilalui. Maklum, ini pengalaman pertama kami menanti kehadiran buah hati. Susah, senang, galau, bercampur menjadi satu layaknya gado-gado yang bercampur berbagai rempah. Setiap hari menjelang masa-masa itu, kami mepersiapkan segala kebutuhan dengan segala keterbatasan yang ada. Anak pertama biasanya masih serba baru, mulai dari popok, selimut, dan kebutuhan lainnya.
Minggu pertama januari telah berlalu, tanda-tanda akan kelahiran si buah hati belum saja muncul. Tak apalah, toh prekiraannya masih di akhir bulan ataupun jika meleset bisa saja di awal bulan Februari. kapanpun itu kami tak masalah, yang penting ibu dan anak dapat terlahir dengan selamat, sehat tak kurang sesuatu apapun.
Sekarang sudah tanggal 11 Januari 2012, Setiap hari dipagi hari aku menemani istri berolahraga dengan berjalan kaki menyusuri pinggiran sungai di tempat kami tinggal lalu mendaki ke atas badan jembatan yang lumayan tinggi kemudian beriringan menuju pasar melepas lelah disebuah kedai kopi sambil menikmati goreng pisang yang masih hangat karna baru saja digoreng. Kata orang-orang tua kami, aktifitas seperti ini sangat dianjurkan bagi ibu hamil mendekati masa-masa kelahiran agar mudah pada saat melahirkan.
11, 12,13,14 Januari berlalu, aktifitas dipagi hari tetap saja seperti kemarin-kemarin dan kemudian masing-masing kami melanjutkan aktifitas keseharian sebagaimana biasanya. Semua biasa saja, tak ada yang berbeda sampai pagi tanggal 15 Januari 2012. Kebetulan, hari ini aku mengajak istriku berlajan lebih jauh dari biasanya. Kami berkeliling kota perlahan-lahan dan berakhir di kedai kopi biasanya, lagi-lagi dengan goreng pisang yang sama. Setelah melepas lelah, kami melanjutkan berjalan kaki pulang kerumah. Sesampai dirumah, semua tampak biasa saja, istriku menjemur pakaian yang sudah sebelumnya dicuci, sedangkan diluar terlihat abang dari istriku yang tertua sedang mencuci mobil mertuaku. Setelah selesai menjemut pakaian, ia masuk kedalam rumah.
Disinilah awal dari segala kegundahan itu. Tiba-tiba istriku mengeluh padaku, ia mengatakan sepertinya ada seperti cairan yang mengalir jatuh kekakinya. Aku yang sama sekali tidak berpengalaman dan tak berpengetahuan tentang hal-hal kewanitaan apalagi kehamilan, mulai bingung mencari apa masalahnya. Kebetulan adikku yang nomor dua seorang bidan, aku memutuskan untuk menghubungi adikku itu. Kusampaikan ceritanya padanya dengan terbata-bata.
"ja, kak nida ada cairan keluar katanya, kekmana tu?" ucapku, diujung telpon adikku balik bertanya 
"kekmana cairannya bang?", jantungku sudah tidak karuan, ku tanya pada istriku lalu 
"katanya benig, agak kental" jawab ku, dengan sigap adikku menjawab
"ketuban tu, cepat abang bawa ke praktik bidan kalau telat bisa bahaya" kata adikku.
Semakin kacau pikiranku. Kuminta istriku berkemas dan menyampaikan perkara itu ke orang tuanya. Lalu kami pergegas menuju praktik bidan.
Sesampainya di praktik bidan, istriku langsung diperiksa oleh bidan. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh bidan pada istriku 
"Perut mules?" tanya bidan
"nggak" jawab istriku
"ada tanda-tanda lainnya,misalnya seperti tertekan dibawah perut?" tanya bidan
"nggak" jawab istriku ringkas
Bidan pun membuat kesimpulan, yang kesimpulannnya membuat aku semakin tidak tenang.
"Ketubannya  sudah pecah, airnya terus mengalir keluar sedangkan ibunya tidak ada tanda-tanda akan melahirkan, saya minta maaf, saya tidak dapat menangani dengan kasus yang begini. Segera bawa ke dokter spesialis kebidanan, kemungkinan disana nanti akan dirangsang jika ingin melahirkan secara normal" penjelasan singkat sang bidan, bukan membuat tenang tapi rasaya masalah ini semakin tak berujung.
Tak menunggu lama. Aku bawa istriku dan bayi yang dikandungnya menuju praktik dokter spesialis.
Sesampainya disana, dengan sigap aku papah istriku menuju ruang tunggu dan kutanyakan keberadaan dokter kepada resepsionis disana. Kamipun dipersilahkan masuk keruang periksa, namun pemeriksaan belum bisa dilakukan karena listrik padam. Hufff, semakin panjang kegundahan hati ini berharap cemas tak berkesudahan. 
Satu jam kemudian listrikpun menyala, dokter mulai memerikan dengan menggunakan USG, apalah kepanjangannya aku tak tahu, yang jelas alat itu digunakan dokter untuk melihat kondisi janin didalam rahim. Lalu dokter memintaku duduk dihadapannya dan menjelaskan kondisi istriku. Katanya bayi sejauh ini masih baik-baik saja, namun air ketubannya sudah mulai berkurang. dia bertanya padaku :
"Ibunya apa mau melahirkan secara normal?" tanya dokter, istriku yang terbaring di tempat tidur menjawab dengan cepat " iya dok, saya mau melahirkan normal".
"baik kalau begitu, apapun keputusan tetap ada resikonya", dokter melanjutkan "Sekarang saya kasi obat untuk merangsang proses kelahirannya, tapi kalau sampai besok pagi tidak lahir maka terpaksa dilakukan operasi cecar" kata dokter.
Aku menelan ludah yang sedari tadi tak sempat ku buang didalam mulut. "operasi" kata-kata ini terdengar asing dan menakutkan bagiku, apalagi bagi istriku. Air matanya menetes, dengan suaranya yang mulai serak dia berbisik 
"adek mau melahirkan normal, adek gak mau operasi" kata istriku padaku. Apa yang harus ku jawab, aku bingung, aku takut, aku hanya berusaha untuk kuat sedangkan batinku remuk. Ah, coba kukuatkan diriku, ku tatap matanya dalam-dalam sambil menganggukkan kepalaku ku katakan padanya "InsyaAllah, jangan sedih Allah bersama kita" diapun tersenyum, ini setidaknya menenangkan batinku.
Proses yang seharunya telah dijalankan oleh dokter, aturannya istriku tak boleh banyak bergerak agar prosesnya berjalan dengan baik. Disamping itu, keluarga terdekat kami mulai berdatangan. Ibu dan ayah mertua, ibu dan ayahku, abang ipar, dan lain sebagainya mendatangi praktek dokter ini untuk memberikan semangat kepada istriku. Sedangkan aku, aku duduk disebuah mushalla kecil yang ada disudut praktek dokter itu. Kudirikan shalat sunat, ku buka Al Quran, ku baca surat-surat yang jarang kubaca sebelumnya. Mulai dari maryam, sampai surat yusuf habis kubaca berulang. Sesekali kubaringkan badanku disajadah, benar-benar penantian yang panjang gumamku. Tak sadar ternyata ibuku masuk menemuiku sambil berkata
"Tunggu apalagi, gak kasihan lihat istrimu itu, minta operasi aja biar gak lama, kasian dia!" 
Hufff, padahal tadinya aku mulai tenang, mendengan kalimat dari ibu, hatiku mulai bergemuruh kembali. 
"Tak apa, kita tunggu aja dulu" jawabku pelan, sembari berharap ibu tidak tersinggung dengan sikapku.
Untuk kembali meyakinkan diriku kudatangi istriku yang sedang berbaring belum boleh bergerak. kutanyakan padanya 
"masih sanggup nunggu?" tanya ku
"insyaAllah" katanya
Baiklah, jika dia sanggup menunggu apalagi aku kataku. 
Hari menjelang sore, hampir seluruh keluarga mulai tak sabar menunggu. Maklum, sedari kedatangan mereka tak ada tanda-tanda bahwa istriku akan melahirkan. Ah, semua sudah mulai tidak tenang, apalagi aku. 
Ba'da magrib, secercah cahaya itu datang. Istriku mulai merasa sakit diperutnya meskipun tidak seberapa, ku panggili perawat yang piket untuk memeriksa. Ya, baru mulai katanya, sepertnya masih lama. 
Huff, kuhela nafas panjang..
Satu persatu keluarga mulai meminta ijin pulang, ada yang anaknya tinggal, ada urusan keluarga dan lain-lain. Sekarang tinggal kami berempat, Istriku, aku, ibuku, dan ibu mertuaku. Pukul sepuluh malam, istriku mulai sering mengeluhkan sakit, berulang kali perawat memeriksanya dan katanya ada perkembangan yang baik. Sampai akhirnya pukul 23 malam dokter meminta perawat membawa istriku keruang persalinan.
Mulai dari situ, aku tak bisa bergerak kemana-mana, istriku meronta-ronta menahan sakit yang sepertinya luar biasa, memang aku tak dapat merasakan secara langsug, namun genggaman tanggannya dipergelangan tangganku cukup membuktikan bahwa dia sedang sangat kesakitan. Bagaimana tidak, aku saja sakit apalagi dia.
Waktu terus berlalu, sudah lewat tengah malam bayi yang kami tunggu juga belum ada tanda-tanda kelahiran. Sampai jam 2 pagi barulah dokter masuk keruang persalinan, sepertinya kepala bayi sudah mulai terasa ketika diraba dokter. Istriku terus berjuang untuk melahirkan anak pertama kami, dengan nafah yang mulai melemah, dengan sisa sisa kekuatannya dia berusaha keras agar bayinya terlahir normal.
Sampai pada akhirnya, tepatnya pukul berapa aku tidak tahu, yang jelas menjelang pagi, keyakinan bahwa Allah bersama dengan kami ternyata terbukti. Tak sampai pagi hari, Alhadulillahirabbil'alamin anak pertama kami terlahir normal. Dia laki-laki, tampan, guratan wajah tampak jelas dia kuat berjuang sehingga arti ujung nama yang kami berikan padanya adalah yag kuat berusaha..
Tak terhingga rasa bahagia ini, Allah SWT memberikan anugrah yang luarbiasa kepada kami. 

Pemimpi memimpin

Dulu, nun jauh dikala dirimu masih jadi gembala ternak. Dulu, ketika dikau masih bersenda gurau dikubangan. Kau dan temanmu selalu berkhayal...